Mengenai Saya

Foto Saya
I am 16-year-old girl. Aries. Proud moslem and Indonesian. Currently studying in University of Malang. I enjoy the perks of being a fan girl, which give me tendency to write. Still learning English, though. My favorite line is "Get your geek on!" ^o^

Kamis, 10 Maret 2011

AEROPONIK


TARAAA..! Ini adalah tugas kelompok biologiku waktu kelas 3 SMP yg membahas tentang bab 'bioteknologi', salah satunya AEROPONIK.
Selamat membaca..

A. Pengertian Aeroponik
  • Aeroponik merupakan salah satu cara budidaya tanaman hidroponik. Aeroponik berasal dari kata Aero + Phonic. Aero berarti udara, phonic artinya cara budidaya.   
  • Jadi Aeroponik adalah : cara bercocok tanam di udara, atau bercocok tanam dengan sistem pengkabutan.
  • Dimana, akar tanamannya dibiarkan menggantung di udara tanpa media (tanah), dan kebutuhan nutrisinya  dipenuhi dengan cara menyemburkan air ke akarnya.
  • Air yang berisi larutan unsur hara disemburkan oleh splinker dalam bentuk kabut hingga mengenai akar tanaman.
  • Akar tanaman yang ditanam menggantung akan menyerap larutan hara tersebut.
B. Cara bercocok tanam dengan Aeroponik
  1. Lembaran styrofoam diberi lubang-lubang tanam dengan jarak 15cm.
  2. Dengan menggunakan ganjal busa atau rockwool, anak semai sayuran di tancapkan pada lubang tanam. Akar tanaman akan menjuntai bebas ke bawah.
  3. Di bawah lembaran styrofoam terdapat splinker (pengabut) yang memancarkan kabut larutan hara ke atas hingga mengenai air.



C. Contoh sayuran yang bisa  ditanam dengan cara aeroponik

a. Golongan selada (lettuce) : selada keriting, romaine, butterhead, batavia, lollorossa
b. Golongan chinese vegetables : pakcoy, petsay, caisim, kalian, siomak
c. Golongan lainnya : kangkung, bayam, horenzo (bayam jepang), kentang

Kentang

D. Kelebihan dan kekurangan cara aeroponik dengan cara tanam di tanah :


ITEM
AEROPONIK
TANAM DI TANAH
Kebutuhan lahan
Luasan yang sempit masih bisa digunakan, kontur lahan tidak harus datar, produktifitas lahan tinggi
Harus luas, realtif datar, perlu rotasi, produktifitas lahan tergantung jenis tanah
Musim
Tidak tergantung musim. Catatan: yang dimaksud di sini adalah kita bisa menanam sepanjang musim, walaupun tentu di musim hujan produktifitas relatif turun karena proses fotosintesis tidak berlangsung sempurna seperti di musim panas
Tergantung musim
Ketersediaan barang
Ada sepanjang tahun
Tidak selalu ada sepanjang tahun
Kualitas barang
Bersih, sehat, renyah, aroma kurang
Tidak selalu bersih, belum tentu sehat, relatif liat/alot, aroma kuat
Sarana & prasarana
Butuh green house, suplai listrik yang relative besar,
Tidak butuh sarana yang mahal
Teknologi
Teknologi menengah-tinggi
Teknologi sederhana
Operator
Harus mengerti teknologi, sedikit orang
Tidak perlu mengerti teknologi, banyak orang
Investasi awal
Sedang – besar
Kecil – sedang
Waktu
Pendek (1 bulan panen), tanpa pengolahan lahan, setiap hari tanam-setiap hari panen
Sedang-panjang (1,5 – 2 bulan panen), ada waktu untuk pengolahan lahan, tidak bisa setiap saat tanam dan panen
Kepenuhan nutrisi
Terpenuhi karena kita bisa mengaturnya dengan ukuran (formula) yang pasti.
Tidak selalu (pemenuhan kebutuhan nutrisi sulit diukur dengan tepat)
Hama dan penyakit
Relatif aman, terlindung oleh green house
Beresiko karena ruang terbuka
Fleksibilitas
Tanaman dapat dipindah-pindah tanpa tanpa mengganggu pertumbuhan; contoh: pada saat pompa air mati, tanaman dapat dipindah ke unit produksi yang lain.
Tanaman tidak bisa dipindah-pindah, tanaman akan stress.
Kecepatan adaptasi
Saat pindah tanam, bibit bisa langsung tumbuh tanpa aklimatisasi lama
Aklimatisasi lama

Sejumlah sayuran aeroponik yang bebas kimia kini banyak dapat ditemui di sejumlah pusat perbelanjaan. Makanan organik dinilai sehat karena pada saat proses penanaman sampai panen tidak mengalami proses kimiawi atau menggunakan bahan sintetik, seperti pestisida, herbisida, pupuk dengan kandungan kimia, maupun pemodifikasian genetik.


 Udah jelas banget kan pembahasannya? Siip lah, moga2 bermanfaat ya =)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar